Senin, 02 Agustus 2010

Please... Part.1

Selasa, 7 Desember 2004...

Hari ini pun aku hanya memandang dirimu yang kucintai dari jauh...

Ingin sekali aku menatap wajahmu dari dekat...

Mengajakmu mengobrol dengan normal...

Namun, aku tahu aku tidak boleh berharap banyak...

Karena... Aku harus berkaca atas diriku sendiri...

Aku menutup buku harianku lemas, kemudian meletakkan pulpen pink-ku di atasnya. Air mataku menetes, bulir demi bulir. Hatiku perih dan sakit. Tuhan, benarkah Engkau masih menyayangiku? Jika benar Kau menyayangiku, mengapa harus aku yang memikul penyakit ini?

-----------
Aku menopang daguku dengan tangan sebelah kananku. Aku memikirkan, untuk apa sebenarnya aku tetap kuliah. Toh, hidupku tidak akan lama lagi, jadi untuk apa aku menimba ilmu habis-habisan?

Aku menatapnya yang sedang tertidur di kursi sebelahku, beralaskan buku anatominya. Wajah polosnya membuatku terpana sesaat. Namun, tiba-tiba aku dikejutkan oleh gebrakan meja seosaengnim.

"Lee haksaeng!" gertak seosaengnim. Namun, dia sepertinya tidak menggubris gertakan seonsaengnim. Dia hanya melanjutkan mimpinya.

"Lee Donghae!" suara seonsaengnim semakin seram dan keras. Lagi-lagi dia tidak menggubrisnya. Malah sepertinya, dia tampak semakin dibuai mimpinya.

"DONGHAE-AH!!" bentak seonsaengnim. Seketika itu pula Donghae bangun dari tidurnya. Sudut bibirnya sedikit basah karena sejak tadi dia sibuk membuat pulau di buku anatominya. Kelas hening seketika, karena seonsaengnim sedang meredakan emosinya. Bibir Donghae yang basah, matanya yang masih menahan kantuk tampak sangat lucu. Tanpa sadar, aku terkikik kecil.

--------------

Aduuh... Sampe situ dulu yaaa...

Author udh ngantuk dan udah diomelin sama ummaaa... >.<

Annyeong, jaljayo chingudeul...^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar