Jumat, 30 Juli 2010

Ai Ni Ai Ni

Ting… Tong… Bel dorm super junior berbunyi.
Hankyung yang mendengarnya langsung menyuruh Eunhyuk membukakannya. “Eunhyuk, bisakah kamu membukakan pintu? Aku sedang sibuk dengan nasi goreng Beijing-ku…” kata Hankyung.
“Ne, hyung…” kata Eunhyuk yang baru keluar kamar.
Eunhyuk kemudian membuka pintu dan bersorak, “Ah Ra noona!”.
“Noona??” kata Hankyung kaget. Dia langsung melepas celemeknya dan berkaca sebentar di cermin terdekat, lalu pergi ke pintu masuk. Hah! Benar noona!, batinnya.
“Annyeong, hyukkie. Mana Kyunnie?” tanya Ah Ra. Ah Ra adalah noona-nya Kyuhyun.
“Adikmu sedang mandi. Tunggulah di ruang TV…” kata Eunhyuk.
“Ne… Ah, annyeong, Hankyung-ah… Ni hao ma?” tanya Ah Ra begitu melewati Hankyung.
“Ah, annyeong, noona…” kata Hankyung malu-malu. Mukanya sudah semerah tomat. Eunhyuk ngakak melihatnya.
“Haha… Seperti biasanya, kau manis sekali. Apa kamu sedang memasak sesuatu untuk sarapan mereka seperti biasanya?” tanya Ah Ra.
“Ne, noona. Aku sedang memasak nasi gore…” kata-kata Hankyung terputus mendengar seruan Kangin.
“Hyung! Nasi gorengnya hangus!” seru Kangin.
“Mwo?!” kata Hankyung kaget dan langsung melesat ke dapur.
Ah Ra dan Eunhyuk hanya tertawa terbahak-bahak melihatnya.


“Noona, gomawo sudah membantuku memasak ulang…” kata Hankyung sambil meletakkan piring-piring di meja makan.
“Haha, gweancheana… AKu tahu beratnya membuat sarapan untuk 13 laki-laki, apalagi kalau 4 di antara mereka ada yang makannya kaya babi…” sindir Ah Ra sambil melirik Shindong, Kangin, Eunhyuk dan Kyuhyun.
“Noona!” seru orang-orang yang merasa tersindir tadi.
“Haha… Bercanda…” kata Ah Ra sambil menuangkan air untuk Kibum.
“Ah, apa noona mau mencobanya?” tanya Hankyung.
“Em… Boleh…” kata Ah Ra.
Buru-buru Hankyung melesat ke dapur. Di dapur dia bertemu Heechul yang sedang mencari makanan Heebum, kucingnya.
“Heebum-ah! Sepertinya ada yang lagi seneng, nih! Senyam-senyum mulu dari tadi! Apa sebaiknya kita minta dia untuk membeli makananmu yang udah mau abis ini, ya?” sindir Heechul sambil berpura-pura berbicara dengan Heebum.
“Miaw…” jawab Heebum.
“Tidak akan pernah, hyung!” kata Hankyung yang merasa tersindir.


Siang itu, Ah Ra mengajak Kyuhyun pergi karena Kyuhyun sedang tidak ada jadwal. Sepanjang jalan, Ah Ra senyum-senyum sendiri.
“Noona? Kau sudah gila? Dari tadi senyum-senyum terus?” tanya Kyuhyun. Ah Ra langsung menggetok kepala Kyuhyun.
“Ani! Aku hanya merasa… Hyung-mu itu sangat manis… Sepertinya aku menyukainya…” kata Ah Ra malu-malu.
“Cheongmal? Nugu, noona? Shindong hyung-kah?” tebak Kyuhyun.
Ah Ra menatap Kyuhyun aneh. “Ya, Kyuhyunnie. Noona-mu ini masih punya 2 mata, dan keduanya masih normal…” kata Ah Ra sebal.
“Oh… Hahaha… Aku hanya bercanda, noona. Lalu siapa hyung-ku yang kau anggap manis itu?” tanya Kyuhyun sambil terus menyetir.
“Em… Jangan bilang-bilang sama orangnya, ya… Dia itu Hankyung…” kata Ah Ra.
CKIT! Mobil berhenti mendadak.
“Ya! Kyu! Menyetirlah yang benar!” tegur Ah Ra.
“Noo… Noona! Cheongmal?! Kamu suka Hankyung hyung?!” kata Kyuhyun tidak percaya.
“Ne, wae?” tanya Ah Ra.
“Ah, ani…” kata Kyuhyun. Wah, si hyung cintanya bersambut, nih…, batin Kyuhyun. “Hwaiting, noona! Aku mendukungmu, kok!” kata Kyuhyun memberi semangat pada kakaknya.
“Haha, gomawo, Kyunnie…” katab Ah Ra.


Sesampainya di dorm, Kyuhyun langsung mencari Hankyung.
“Hyung! Hyung!” panggil Kyuhyun.
“Cari siapa, Kyunnie?” tanya Sungmin.
“Hyung! Hankyung hyung dimana?” tanya Kyuhyun.
“Di kamarnya Heechul hyung, mungkin…” kata Sungmin, kemudian dia kembali konsentrasi dengan makanannya. Kyuhyun langsung melesat ke kamara Heechul. Ketika membuka kamar Heechul, dia melihat Heechul yang sedang mengajari Hankyung mengikir kukunya Heebum.
Hih! Noona bener-bener suka sama orang yang gampang dibodohin gini? Kok, bisa sih?!, batin Kyuhyun.
“Kyunnie? Wae?” tanya Hankyung.
“Hyung! AKu harus bicara denganmu! Heechul hyung! Tutup pintunya dari luar!” suruh Kyuhyun. Anehnya, Heechul mau-maunya disuruh Kyuhyun. Kyuhyun langsung duduk di sebelah Hankyung, dan berbicara to the point.
“Hyung! Chukahae!” kata Kyuhyun.
“Bu… Buat apa?” tanya Hankyung bingung.
“Ah Ra noona suka padamu!” kata Kyuhyun.
“… Bruk!” Hankyung pingsan. Darah meluncur deras dari hidungnya.


“Cheo… Cheongmal, Kyu?!” tanya Leeteuk kaget. Akhirnya, rahasia yang mestinya hanya diketahui Hankyung dan Kyuhyun, menjadi rahasia umum (maksudnya seluruh member super junior tahu).
“Em! Noona yang bilang sendiri!” kata Kyuhyun. “Katanya Hankyung hyung sangat manis di antara kalian semua, jadi dia menyukainya…” lanjut Kyuhyun.
Semua member memandang aneh Hankyung. Hankyung? Manis? Batin mereka semua. “Kyu, apa noona-mu minus matanya?” tanya Ryeowook polos.
“Apa maksudmu, wookie?” kata Hankyung sambil memberi tatapan membunuh pada Ryeowook. Ryeowook membentuk tanda peace dengan tangannya.
“Haha… Tapi aku setuju noona sama Hankyung! Akhirnya noona bisa memperbaiki keturunan juga!” kata Kyuhyun.
Kangin melempar bantal pada Kyuhyun. “Dibanding kamu, noona-mu itu masih lebih baik tahu!” kata Kangin, diikuti anggukan seluruh member.
“Bagaimana kalau kita semua bantu Hankyung hyung? Lagi pula tidak ada salahnya juga, kan? Siapa tahu bisa nonton drama gratisan…” usul Kibum. Aku pun bisa sambil belajar acting gratisan, hehehe, batin Kibum.
“Tapi, gimana?” tanya Sungmin.
“Jadi, gini…”


Noona neomu yeopuh…, ponsel Ah Ra berdering.
“Annyeong… Ada apa, Kyu?” tanya Ah Ra.
“Noona! Temani aku main, ya! Please! Please!” mohon Kyuhyun.
“Kenapa mesti aku? Memangnya salah satu dari hyung-hyungmu itu tidak bisa?” tanya Ah Ra.
“Ah, ayolah, noona… Please… Aku kangen noona…” bujuk Kyuhyun.
Kangen? Perasaan baru ketemu kemarin?, batin Ah Ra heran.
“Ara, ara… Dimana kita akan bertemu?” tanya Ah Ra.
“Em… Di Chungdam aja… Di depan toko yang kemarin…” kata Kyuhyun.
“Ne, araseo…” kata Ah Ra menyanggupi.


“…”
“…”
“Ha… Hankyung?!” kata Ah Ra kaget.
“N… Ne…” gagap Hankyung.
“Kamu kok disini? Mana Kyunnie?” tanya Ah Ra.
“Kyuhyun ada jadwal. Jadi dia memintaku menggantikannya…” kata Hankyung. Mukanya tegang sekali.
Heuh, jadi ini maksudnya…, batin Ah Ra.
“Dasar, Kyu…” gumam Ah Ra.
“Noo… Noona? Noona mau pulang? Apa mau kuantar?” tanya Hankyung.
Ah Ra menatap Hankyung. Aku main aja deh. Lagipula Kyuhyun juga tidak bermaksud buruk, dia hanya ingin membantuku saja, batin Ah Ra. “Ah, ani. Ayo, kita main saja. Lagipula di rumah tidak ada siapa-siapa, aku bosan. Kamu mau kemana?” kata Ah Ra.
“Ha… Hah?” kaget Hankyung.
“Ayolah, kita jalan…” kata Ah Ra sambil berjalan duluan.
Heu… Heuh?! Tuhan, ini bukan mimpi, kan? Batin Hankyung. Tiba-tiba ponselnya berdering memberitahunya kalau ada SMS masuk.
Hyung! Ikuti noona! Tenang saja, kami ada di belakangmu!
Kyuhyun.
Begitu Hankyung berbalik ke belakang,
- Kyuhyun, Donghae, Sungmin di balik tembok Café
- Shindong di balik tiang listrik. (Lah, emang ngaruh, ya???)
- Leeteuk nelepon sambil nunduk-nunduk minta maaf.
“Hyung, hwaiting!” kata Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya.
Hankyung mengangguk, lalu menyusul Ah Ra.
“Aish, gara-gara kalian! Aku dimarahi hyungnim (manajer), tau!” keluh Leeteuk.
PLETAK! Leeteuk dilempar botol Aqua sama Shindong. “Ssst, hyung! Udah, ikutin aja!” perintah Shindong.
“Hiks! Aku kan hyung-nya…” kata Leeteuk.


Ah Ra dan Hankyung pergi ke game master, waktu main tembak-tembakan…
“Ah, Hankyung. Aku pabo banget kalau main yang kayak gini… Lihat pegang pistol saja tidak bisa… Dan nilainya… 0! Aigoo, memalukan sekali…” kata Ah Ra sambil memukul-mukul kepalanya.
“Ah, kalau gitu, aku bantu noona, ya?” kata Hankyung sambil berjalan ke belakang Ah Ra. Tangannya memegang tangan Ah Ra yang memegang pistol. Posisinya seperti dipeluk dari belakang.
Omo~, gawat nih… Bisa-bisa Hankyung mendengar suara jantungku yang keras ini…, batin Ah Ra.
“Hyung! Hyung! Lihat itu! Hankyung hyung jago banget!” kata Kyuhyun menunjuk-nunjuk Ah Ra dan Hankyung. Leeteuk yang diajak ngomong, malah bengong ngeliatin Hankyung.
“Dongsaeng-ku sudah besar…” gumam Leeteuk. Kyuhyun, Sungmin, Donghae, dan Shindong meanatap Leeteuk lalu saling bertatapan.
Dasar… Memang Leeteuk hyung sudah ahboji… Ckckck…, batin mereka semua.


“Hankyung-ah, lapar tidak?” tanya Ah Ra.
“Ah, ani, noona. Aku tidak lapar…” bohong Hankyung. Padahal, perutnya sudah keroncongan.
“Aigoo, jangan bohong. Aku tahu sekali kalau kamu lapar seperti apa… Ayo, jalan. Kita makan makanan cina, ya? Noona traktir deh…” kata Ah Ra sambil menggandeng tangan Hankyung.


“Hankyung mau pesan apa?” tanya Ah Ra sambil membolak-balik buku menu.
“Te… Terserah noona saja…” kata Hankyung malu.
“Em… Kalau gitu, nasi goreng Beijing 2…” pesan Ah Ra pada pelayan restoran itu.
Setelah itu mereka berdua terdiam, Ah Ra hanya memandangi Hankyung sambil tersenyum.
“Noona? A… Ada apa dengan wajahku?” tanya Hankyung.
“Eh? Memangnya kenapa?” tanya Ah Ra.
“A… Ani, noona dari tadi melihatku terus. Kupikir ada yang salah dengan wajahku…” kata Hankyung.
“Ahahaha… Dasar…” kata Ah Ra.
Aduh… Manis sekali… Kyeopta…, batin Ah Ra.
Apa harus sekarang? Tapi aku belum siap…, batin Hankyung.
“E… Em… Noona…” panggil Hankyung.
“Ne, Hankyung?” jawab Ah Ra.
“A… Aku suka noona… Bagaimana perasaan noona padaku?” kata Hankyung. Mukanya sudah seperti kepiting rebus.
“Ha… Hah? Mworagu?” tanya Ah Ra kaget.


2 tahun kemudian…
“Jagiya… Jagiya… Ayo, bangun…” kata Ah Ra. Hankyung yang dibangunkannya, membuka matanya sedikit kemudian tersenyum sambil menutup matanya lagi.
“Apa, jagiya?” tanya Hankyung.
“Ayo, bangun… Kamu harus syuting…” kata Ah Ra sambil bangkit dari tempat tidur. Tiba-tiba Hankyung menarik tangannya.
“Jagiya, peluk aku sebentar dong…” pinta Hankyung manja.
“Aigoo, dasar manja…” kata Ah Ra sambil memeluk Hankyung.
Tiba-tiba…
“Oweee!!!” tangis seorang bayi.
“Noona! Ah Han sudah bangun!!” kata Kyuhyun dari luar kamar. Semenjak Ah Ra menikah dengan Hankyung, Kyuhyun tinggal bersama Ah Ra.
“Ne, ne… Tunggu sebentar…” kata Ah Ra sambil melepaskan pelukan Hankyung dan beranjak dari tempat tidur.
“Aigoo, Ah Han, kamu suka sekali mengganggu appa-ummamu ketika pagi hari…” gerutu Hankyung.
“Haha… Suruh siapa mau punya anak buru-buru…” kata Ah Ra.
Hankyung tersenyum. Tuhan, aku sangat bahagia saat ini. Jangan biarkan orang-orang yang kusayangi ini menghilang dari hadapanku…


~Fin

2 komentar:

  1. huwaaa... ottokhae??

    ff ini jadul bgt hahaha...

    aku jadi malu ff aku di post di sini hahahaha...

    BalasHapus